| Pelabuhan Labuan Bajo. |
Nah, pada waktu itu tiket Pku-Kul gak langsung dibeli karena keuangan lagi pas-pasan, apalagi status pengangguran bisa bikin cekak, jadi harus irit haha. Hingga akhirnya ada rejeki lebih, sikat dah tiket Pku-Kul pp 480 ribu. Jadi total biaya tiket pesawat untuk sampai ke Lombok sekitar 1,4 juta pulang pergi, kalau ambil flight domestik bisa dua kali lipat dari harga tadi.
Satu tahun kemudian setelah ubanan nunggu jadwal trip ini, sore hari tanggal 16 juli 2016 saya dan ogik flight ke kl. Waktu jeda satu hari kita manfaatin untuk keliling kuala lumpur Ceritanya nemenin si ogik untuk pertama kalinya ke kl, cieh ogik haha.
18 Juli 2016
Kul - Mataram
Welcome Lombok!
Dari atas pesawat pulau lombok tampak indah.
Dari atas pesawat pulau lombok tampak indah.
Begitu sampai dibandara internasional lombok (bil) terpancar wajah-wajah bahagia muka kita berdua, apalagi kalau ngeliat senyum tipis si ogik yang menggelikan, pret haha !
"Woi Gik, sampai juga kita disini wak."
"Haha, iya wakcuy."
"Satu tahun ketuaan nunggu demi ini, haha."
"Gakpapa selow sob, ceritanya kan selebrasi wisuda!"
| Bandara Internasional Lombok. |
Sekitar jam 2 pesawat dari surabaya landing, hati udah gak sabar mau ketemu si tata karena penasaran bentuk orangnya kaya apa, kira-kira cakep gakya? ternyata pas ketemu orangnya super duper kece mirip aisyah dalam film ayat-ayat cinta, lalu berharap gak ada yang cinlok biar tripnya tetap asik haha ! Tapi ada hal yang ngebuat saya dan ogik heran ngeliatin si tata, heran ngeliatin carrier nya segede kapal selam, lebih gede ransel daripada orangnya, keliatan banget kalau anak gunung ni bocah haha. Jadi, setelah kita bercengkarama sebentar, lalu kita cabut ninggalin bandara pake damri. Ngeeeeng.
Kurang lebih pukul 4 sore sampai dipool damri kota mataram. Begitu turun dari bus, kita langsung disambut calo-calo yang pada rebutan, ngomong sana ngomong sini saling saut sautan nawarin tiket ke bima. Karena tujuan kita adalah ke bima dari terminal mandalika, yaudah kita cuekin aja tuh calo kemudian pergi makan di warungnya pool damri. Sehabis makan saya dan teman-teman naik ojek keterminal mandalika, ongkosnya 10 ribu satu orang, sebenarnya lumayan mahal karena lokasi terminal mandalika gak begitu jauh dari pool damri, its okay.
Jeng jeng ! Disini pengalaman kita ketepu !
Pas sampai didepan pintu gerbang terminal, masih dalam keadaan diatas motor kita bertiga langsung dikejar-kejar calo, situasinya seperti anak ayam lagi ngekorin induknya, parah ! Sibuk orasi teriak-teriak kaya lagi demo digedung dpr.
"Mau kemana mas?"
"Bima, bima?"
"220 aja mas."
"Sama saya aja mas 200 langsung berangkat."
Busetdah mahal amat ! Dari info harga yang kita dapat itu sih kemahalan.
Kemudian ada bapak-bapak rintenir kaya lagi nagih utang dengan suara lantang.
"Uang pas mana uang pas!"
"3 ribu, 3 ribu."
"Uang pas apa pak?" kata saya.
"Uang pas masuk!"
Wah, panick attack tuh kita, pada tegang. Terus si okta ngeluarin duit 10 ribu dari pada ribut.
Setelah urusan dengan bapak rintenir selesai, orasi calo tadi masih lanjut rupanya wahaha. Waktu itu ada yang sepik ada yang paksa juga, lalu kita pasang muka cuek sebagai andalan dan pergi duduk dekat pojokan toilet terminal, kemudian satu persatu dari calo tadi mulai ninggalin kita hehe, jurusnya ampuh ini.
| Lagi santai dipojokan terminal Mandalika. |
Gak lama kemudian pas lagi asik duduk melepas ketegangan, salah satu calo tadi nyamperin dan nawarin tiket kebima, setelah kita nego terjadilah deal diangka 180 ribu. Yeay, seneng dong karena sesuai bujet. Si bli bilang kalau busnya akan berangkat jam 7 malam, kemudian kita juga dikasi selembar kertas bewarna hijau dan dititipkan disebuah warung kopi. Oke, semoga gak telat ngejarin kapal yang nyebrang pagi dari sape menuju labuan bajo, karena kalau cuaca buruk katanya jadwal penyebrangan hanya sekali sehari pada pagi hari.
Menjelang jam 7 malam belum ada nih tanda-tanda busnya mau datang, soalnya kehidupan diterminal udah mulai sepi, kecuali beberapa warung kopi yang masih buka dan suara tokek dan jangkrik yang nemenin kita, krik, krik.
Wedew, udah mulai sebel nih, karena jam 7 lewat bus yang ditunggu belum juga tiba. Waktu saya tanyain kepemilik warung dia bilang tunggu aja kalau gak jam 9 jam 10 malam busnya baru datang. Kesyaaaal, kitapun mulai gelisah dan curiga. Karena hati masih sabar, kita tungguin deh sampai jam 9. Eh gak taunya pas udah jam 9 bus belum datang.
Ta: "udah jam 9 gak ada tanda busnya mau datang ni bang."
O: " iya cuy, jangan-jangan kita ketepu gak?" (sambil browsing riwayat terminal mandalika).
Ta: "Aduh, gimana nih?"
O: "tuhkan bener banyak kasus penipuan disini" (sambil ngeliatin hasil browsing).
Wah mulai gak bener nih !
Kemudian saya hubungi nomor yang ada dikertas hijau tadi, seolah saya adalah pendatang yang baru sampai dimataram dan mau kebima. Terus si bli itu bilang kalau bus yang kebima baru akan berangkat jam 1 atau jam 2. Waduh kacau ! terus saya langsung matiin telepon. Kemudian kita baru sadar kalau kertas hijau yang tadi cuma kertas fotokopian dan bukan tiket asli, wakwaw ! hahaha.
Karena saya dan teman-teman merasa kesal dan kecewa berat, kita ngedumel dan ngomel sama pemilik warung.
"yang bener aja bang, tadi katanya jam 7, terus jam 9, tadi ditelpon bilang jam 2, kalau emang tibanya pagi mending jujur aja bang, kasian kita nungguin begini. Tapi yasudahlah kita ikhlas bang, kalau gitu saya minta tolong dianterin ke pool damri.
Lalu dengan muka bersalah si abang pemilik warung nganterin kita secara cuma-cuma ke pool damri. Untungnya si abang ini baik dan gak minta bayaran, kalau sempat dimintain uang waduh bakal rame nih haha. Kita bertiga beruntung karena sampai di pool damri masih ada jurusan terakir ke empang jam 9.30, meskipun gak sampai langsung ke bima dan harus estafet, lalu kita beli tiketnya seharga 160 ribu sudah termasuk tiket penyebrangan fery dari pelabuhan khayangan lombok ke pelabuhan pototano sumbawa. Alhamdulillah.
Estimasi Hari ke-1 :
Pesawat PP Kul - Lop : Rp 900.000
Bus Damri BIL - Mataram : Rp 25.000
Ojek Poll Damri - Terminal Mandalika : Rp 10.000
Ketepu : Rp 180.000
Poll Damri - Empang : Rp 160.000 include Penyebrangan Fery.
Makan S,M : Rp 40.000
Estimasi Hari ke-1 :
Pesawat PP Kul - Lop : Rp 900.000
Bus Damri BIL - Mataram : Rp 25.000
Ojek Poll Damri - Terminal Mandalika : Rp 10.000
Ketepu : Rp 180.000
Poll Damri - Empang : Rp 160.000 include Penyebrangan Fery.
Makan S,M : Rp 40.000
19 Juli 2016
Mataram - Empang - Bima - Sape - Labuan Bajo
Dalam perjalan menuju empang hari sudah malam, rasa lelah membuat kita tidur nyenyak diatas bus. Tak terasa penyebrangan dari lombok ke pulau sumbawa membuat kita harus terbangun dengan muka bantal, katanya kalau hari cerah dua dermaga ini pemandangannya bagus. Dari pelabuhan khayangan lombok maka akan terlihat gunung rinjani, dan menjelang pelabuhan tano sumbawa maka akan melihat pulau kenawa. Kapal fery yang kita tumpangi sangat nyaman, fasilitasnya lumayan lengkap. Waktu tempuh untuk penyebrangan kurang lebih 2 jam saja.
![]() |
| Dermaga pelabuhan Pototano dan suasan didalam Kapal Fery. |
Sekitar jam 6 pagi bus sampai diterminal empang, karena badan meresa gerah dan bau acem lalu kita cari mesjid terdekat untuk bersihin badan dan ganti pakaian. Setelah itu lanjut nungguin bus yang lewat menuju bima ditepian jalan. Lumayan agak lama juga sih kita nunggu waktu itu, kemudian sekitar jam 8 bus ke bima lewat dan kita langsung naik. Ongkosnya 100 ribu perorang udah termasuk tiket terusan ke sape, kernek bus bilang nanti kita akan transit alias pindah bus denga tujuan sape.
Diperjalanan menuju bima akan melewati pemandangan yang luar biasa, mulai dari jejalanan yang berkelok ditepian pantai, lautan yang biru menghampar luas, rerumputan yang bergoyang diatas bukit, kicauan burung-burung laut yang merdu, hingga nikmatnya semilir angin dari kaca jendela bus membuat saya lupa kalau tadi malam habis ketipu hahaha.
| Salah satu momen yang sempat saya capture menjelang perjalanan dari Bima ke Sape. Sepertinya dibalik awan adalah gunung tambora. |
Sampai diterminal dara lalu kita pindah bus, ternyata bus ini juga ngangkut ibu-ibu dari pasar bima yang mau pulang ke sape, jadi dalam perjalan ini kita ditemenin ibu-ibu yang lucu-lucu dan menghibur haha. Saat diperjalanan si ogik dan tata udah tepar karena mereka kecapean, soalnya keliatan dari muka-muka lelah, apalagi si ogik dengan ngoroknya krok krok. Sementara saya asik ngobrol dengan kernek bus dan bapak polisi yang pulang dinas dari dompu.
Kurang lebih jam 3 sore kita sampai dipelabuhan sape, terus kita beli tiket penyebrangan diloket seharga 55 ribu perorang. Sebelum naik ke kapal saya dan teman-teman beli nasi bungkus masing-masing untuk siang dan malam, karena kalau kita beli makanan dalam kapal harganya bisa dua kali lipat. Jadi biar hemat kita bawa bekal dari luar hehe.
Sekitar jam 4 kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga pelabuhan sape.
"Wah, Alhamdulillah udah sampai sini, labaun bajo udah dekat!" kata tata.
Di atas kapal gak hentinya-hentinya kita nikmatin angin bertiup, sesekali kita wefie dan lanjut makan bareng. Sepanjang jalan hingga senja kita nikmatin puas yang namanya alam dari atas kapal, dan satu persatu dari kita mulai mandi secara bergantian.
| Gugusan pulau dalam perjalanan dari sape ke labuan bajo, dan sunset dari atas deck kapal fery. |
Oiya, kapal fery ini fasilitasnya juga lengkap, ada kamar mandi dan air juga bersih. Terus, disediain colokan buat ngecas sampai gak ada space lagi haha. Tayangan tv cable nya juga seru, lumayan manjain penumpang sambil santai dari bangku yang nyaman. Karena jarak tempuh perjalanan 6 sampai 8 jam, saya milih untuk istirahat di bilik yang disediakan diatas kapal, lumayan bisa selonjoran dan tertidur pulas. Waktu kapal udah bersender didermaga labuan bajo sayapun gak sadar haha, sampai akhirnya saya dibangunin ogik. Yeay, Bajo !
Dari dermaga kita jalan kaki menuju hotel mutiara yang sudah direservasi sebelumnya, disana sudah ada tika (travelmate yang nemu diforum backpack) yang nunggu kita sejak kemarin, soalnya tika sampai lebih dulu dilabuan bajo dengan menggunakan pesawat dari Jogja. Pas sampai dipenginapan, senengnya bisa ketemu tika dan bisa berkumpul dari berbagai daerah dan berbeda budaya, hal itu membuat kita semakin kompak untuk ngejalanin trip ini. Setelah merapikan barang dikamar masing-masing dan cerita-cerita sebentar, gak lama kemudian kita tidur biar esok hari badan fit untuk keliling kota bajo.
Estimasi Hari ke-2 :
Empang - Bima - Sape : Rp 100.000
Tiket Fery Sape Bajo : Rp 55.000
Penginpan 150/2 : Rp 75.000
Makan/minum S,M : Rp 35.000
20 Juli 2016
Goa Batu Cermin - Bukit Silvia - Bukit Cinta
| Wefie dulu kuy, dibawah terlihat pelabuhan labuan bajo. |
O : "Asik ada yang meluk."
Ta: "haha sial lu bang."
Ti: "cieh cocok nih, hahaha."
Hal pertama yang kita lakukan adalah mencari spot wefie buat update dimedsos sebagai tanda jadi kalau udah dilabuan bajo, biar gak disangka hoax gitu haha. Setelah keliling pelabuhan dan sekitar, jam 11an kita ngisi perut sebelum melanjutkan perjalanan ke goa batu cermin.
Untuk makanan disini gak terlalu susah dicari, semuanya ada dan tersedia, tapi kalau masalah harga memang benar kata orang makin ketimur makin mahal. Satu porsi makanan biasanya 20-25 ribu atau lebih, tapi jika beruntung dan niat cari makan yang murah masih ada yang 10-15 ribu satu porsi, tapi sangat jarang.
Setelah makan siang kita lanjut ke goa batu cermin yang terletak di desa waesambi manggarai barat labuan bajo, membutuhkan sekitar satu jam untuk sampai disana. Begitu sampai digoa batu cermin, kita bayar uang masuk 10 ribu perkepala. Kemudian dari parkir motor harus berjalan sekitar 10-15 menit untuk sampai bibir goa. Sepanjang jalan kita dikelilingi dan rindanganya pohon bambu, udaranya menjadi sejuk dan segar, padahal cuacanya sangat panas dan terik saat itu.
Ditengah perjalanan kita ketemu adik-adik sedang pulang sekolah, mereka sangat ramah dan lucu-lucu. Rasanya sangat seru dan menyenangkan bisa ketemu mereka ini, apalagi pas di ajak wefie semuanya pada malu malu gitu haha.
Sampai digoa hawa dingin dan lembab udah terasa, lalu kita berempat mulai mengeksplore tempat ini hingga menemui goa yang mengharuskan kita memakai helm untuk masuk kedalam. Pengalaman pertama bagi kita masuk goa tanpa ditemani guide. Kebayangkan seramnya seperti apa, karena didalam sangat gelap dan mencekam, apalagi cuma ditemani dengan penerangan seadanya dari lampu hp. Tapi rasa takut dan parno kita terbayar oleh bentukan bebatuan stalagmit yang indah dan megah di dalamnya.
Sejepret dua jepret didalam, saya dan teman-teman mulai meninggalkan goa. Setelah puas mengeksplore tempat ini kita bergegas menuju bukit silvia dan bukit cinta untuk menyaksikan sunset.
Dalam perjalanan dari goa batu cermin menuju bukit silvia dan bukit cinta, kita melewati bukit-bukit dan hamparan savana. Sesekali terlihat pulau-pulau kecil dari atas bukit. Pertama yang kita kunjungi adalah bukit silvia.
Ditengah perjalanan kita ketemu adik-adik sedang pulang sekolah, mereka sangat ramah dan lucu-lucu. Rasanya sangat seru dan menyenangkan bisa ketemu mereka ini, apalagi pas di ajak wefie semuanya pada malu malu gitu haha.
| Wefie dulu sama adik-adik yang lucu-lucu ini. |
Sejepret dua jepret didalam, saya dan teman-teman mulai meninggalkan goa. Setelah puas mengeksplore tempat ini kita bergegas menuju bukit silvia dan bukit cinta untuk menyaksikan sunset.
| Goa Batu Cermin |
![]() |
| Track yang curam menuju puncak silvia. |
| Panorama dari puncak bukit silvia, kelihatan ujung baratnya pulau flores. |
| Kapal terbang landing di bandara labuan bajo. |
| sunsetnya asik dinikmatin bareng nona-nona cantik. |
| my gokils team. |
Estimasi Hari ke-3:
Penginapan 150/2 : Rp 75.000
Sewa Motor 60/2 : Rp 30.000
HTM Goa Batu Cermin : Rp 10.000
Makan S/M : Rp 50.000
Saya akan sharing cerita selanjutnya di Sailing Trip Komodo dan Overland Flores Part 2 : Sailing Trip Komodo!
Saya akan sharing cerita selanjutnya di Sailing Trip Komodo dan Overland Flores Part 2 : Sailing Trip Komodo!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar